Daftar Blog Saya

Powered By Blogger

Selasa, 01 Juni 2010

Hal terpenting yang perlu anda ketahui dalam mengelola blog di dunia maya adalah bahwa layaknya mengelola rumah di dunia nyata, mengelola blog juga memerlukan prinsip dalam hal menggapai keberhasilan dan kesuksesan. Selama ini penulis menjalani prinsip 5 K, yaitu: Kemauan, Kerja keras, Komitmen, Koneksi, dan Kreativitas.


■Kemauan yang kuat harus anda miliki sebagai modal utama, karena nantinya anda harus meluangkan waktu setidaknya 1 s.d 4 jam perhari bahkan bisa lebih, untuk merawat Blog anda. Blog ibarat tanaman yang perlu disiram dan diberi pupuk agar dapat tumbuh berkembang dan menghasilkan buah. Karena itu buatlah blog anda seperti pohon yang menghasilkan buah. Kemauan harus menjadi prinsip utama anda agar blog anda benar-benar bernilai harganya.
■Kerja keras tentu saja harus anda lakukan, karena kerja keras berbanding lurus dengan hasil yang akan anda terima, tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Selain meluangkan waktu anda juga memerlukan tenaga dan pikiran dalam mengelola blog. Anda harus bekerja keras agar blog anda menjadi terkenal dan terbaca oleh orang lain. Indikatornya mudah saja, bila semakin banyak orang yang membaca dan memberikan komentar di blog anda, itu tandanya blog anda sudah mulai tumbuh. Lalu perhatikan jumlah pengunjung yang mengunjungi blog anda. Kemudian lakukan pula kunjungan balasan agar anda pun dapat belajar dari blog orang lain. Pakailah metode ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Diperlukan kerja keras yang fokus bila blog anda ingin ramai pengunjungnya.
■Komitmen perlu anda pegang dalam diri anda, mengingat mengelola blog yang anda jalani nantinya tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun memerlukan waktu yang cukup panjang, Menulis di blog memang tak mendapatkan uang tapi setelah anda menuliskan sesuatu yang bermanfaat, akan ada orang lain yang mengambil tulisan anda bahkan saya merasakan sendiri, bila ada media yang mengambil tulisan saya itu dan meminta izin saya untuk diterbitkan dalam tabloid pendidikan. Kalau sudah demikian tanpa terasa uang masuk lewat rekening. Inilah yang disebut rezeki yang tak terduga-duga datangnya. Belum lagi bila ada tawaran mengisi materi dari tulisan yang kita buat, wah akan banyak orang yang mengundang anda untuk menjadi pembicara seminar di tingkat nasional.
■Koneksi menjadi penting dalam pengelolaan blog, mengingat salah satu media yang digunakan adalah Internet yang membutuhkan koneksi. Pilihlah koneksi internet yang mumpuni untuk pengelolaan blog anda, saat ini tersedia teknologi ADSL, sepert pakai Speedy dll . Anda dapat memilih mana yang terbaik untuk anda dalam berkoneksi ke internet. Masing-masing provider sekarang ini saling bersaing dan memberikan pelayanan yang memuaskan kepada para pelanggannya.
■Kreativitas akan menjadikan anda menjadi lebih berhasil. Salah satu bentuk kreativitas yang dapat anda lakukan dalam mengelola blog adalah melakukan duplikasi, analoginya jika dengan 1 blog anda mendapatkan penghasilan Rp. 100.000 perbulan, bagaimana jika anda memiliki 10 blog atau bahkan lebih, tentu saja penghasilan anda juga akan berlipat ganda. Tapi kreativitas yang baik adalah perhatikan juga pernak-pernik blog yang anda kelola. Buatlah semenarik mungkin. tapi yang lebih penting lagi adalah konten kreatifnya. Itu yang sangat dinantikan oleh para pembaca setia blog anda. Buatlah tulisan yang kreatif dalam blog yang anda kelola.
■Kredibel, artinya mampu untuk dipercaya bahwa tulisannya benar-benar hasil karya sendiri dan berlian hasilnya.
Jadi jangan menunda lagi, lekaslah membuat blog pribadi anda dan kelolalah dengan baik seperti anda mengelola atau merawat rumah anda di dunia nyata. Tapi jangan lupa, menulislah di blog setiap hari. Biasakanlah menulis selembar, bila anda komitmen selembar setiap hari, lalu dikalikan 30 hari maka akan ada 30 tulisan per bulan. Bila tulisan anda sudah banyak, maka dalam setahun bila anda komitmen menulis di blog, maka tulisan kamu bisa jadi sebuah buku dengan tebal halaman minimal 365 halaman. Bukankah ini akan menjadi sebuah keajaiban?

Buktikan keajaiban blog setahun Kemudian, dan lihatlah mereka yang sudah merasakannya. Ingat selalu prinsip 6 K, yaitu: Kemauan, Kerja keras, Komitmen, Koneksi, Kredibel, dan Kreativitas. Selamat Mencoba!
KOMUNIKASI
a. Pendahuluan
Komunikasi merupakan kegiatan yang sangat penting dalam berorganisasi. Hasil penelitian seorang pakar komunikasi menyimpulkan bahwa sekitar 75%- 90% waKepala Sekolah kerja digunakan pimpinan atau manajer untuk berkomunikasi. Jika dua orang atau lebih bekerjasama, maka perlu adanya komunikasi antar mereka. Makin baik komunikasi mereka, makin baik pula kemungkinan kerjasama mereka. Komunikasi yang efektif menuntut rasa saling: menghormati, percaya, terbuka, dan tanggung jawab. Leader atau manajer menyampaikan semua fungsi manajemen dan tugas manajemen melalui saluran komunikasi. Leader atau manajer melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian semuanya melalui komunikasi kepada bawahannya. Demikian juga pemberian tugas-tugas seperti administrasi: (a) peserta didik, (b) tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, (c) keuangan, (d) sarana dan prasarana, (e) hubungan sekolah dengan masyarakat, dan (f) layanan-layanan khusus juga dilakukan melalui komunikasi.
Keterampilan berkomunikasi dalam rangka membina hubungan sosial. Perusahaan besar Rockefeler di Amerika Serikat memberikan bonus khusus bagi pegawainya yang mempunyai kelebihan dalam berkomunikasi.
Modul ini membahas pengertian komunikasi, manfaat komunikasi, proses komunikasi, jalur komunikasi, bentuk komunikasi, prinsip-prinsip komunikasi, dan hambatan-hambatan komunikasi.

b. Pengertian Komunikasi
Komunikasi ialah proses penyampaian atau penerimaan pesan dari satu orang kepada orang lain baik langsung maupun tidak langsung, baik tertulis, lisan maupun bahasa isyarat. Seseorang yang melakukan komunikasi disebut komunikator. Orang yang diajak berkomunikasi disebut komunikan. Orang yang mampu berkomunikasi disebut komunikatif.

c. Proses Komunikasi
Proses komunikasi yang efektif terjadi jika pesan yang disampaikan cocok dengan yang diterima oleh penerima.

d. Jalur Komunikasi
Jalur komunikasi dapat bersifat formal dan nonformal, tertulis dan lisan, perorangan dan kelompok. Jalur komunikasi formal tercermin dari Kepala Sekolah --struk organisasi formal, dan antara organisasi formal satu dengan lainnya.
e. Bentuk Komunikasi
Bentuk komunikasi dapat dilakukan dalam bentuk seperti berikut. 1. Komunikasi tunggal timbal balik
2. Komunikasi searah
3. Berantai (chain)
4. Komunikasi O (lingkaran)
5. Komunikasi Y
6. komunikasi roda (wheel)
7. komunikasi segala arah (star)
8. Komunikasi gosip
f. Hambatan-hambatan Komunikasi
Ada beberapa hal yang dapat menjadi penghambat atau penghalang dalam proses berkomunikasi. Penghambat tersebut dikenal dengan istilah barrier, noises, atau bottle neck communication. (Verma, 1988).

g. Teknik Berkomunikasi secara Efektif
Untuk menjadi komunikator dan komunikan yang baik, atasilah hambatan-hambatan komunikasi tersebut.
Di samping itu dalam berkomunikasi jadilah:
(1) pendengar yang baik,
(2) pembicara yang efektif,
(3)pembaca yang baik,
(4) penulis yang baik.

1. Cara Menjadi Pendengar yang baik
Jadilah ACTIVE LISTEN yaitu singkatan dari:
a. Attention (penuh perhatian)
b. Concern (tertarik)
c. Timing (pilih waKepala Sekolah yang tepat)
d. Involvement (merasa turut terlibat)
e. Vocal tones (irama suara memiliki saham 38% terhadap komunikasi)
f. Eyes contact (adakan kontak mata)
g. Look (lihat bahasa tubuh)
h. Interest (tunjukkan minat)
i. Summarize (singkat intisari pesan)
j. Territory (batasi hal-hal penting)
k. Empathy (penuh perasaan)
l. Nod (mengangguklah tanda Anda sudah memahami atau setuju).
(Verma,1988).
2. Cara menjadi pembicara yang baik
1) Kuasai materi yang akan dibicarakan
2) Buat sistematika pembicaraan (pembukaan, isi, dan penutup)
3) Usahakan isi pesan bermakna dan berkesan bagi pendengar
4) Siapkan diri agar tampil dalam keadaan segar bugar dan bersemangat.
5) Berpakaian yang sopan dan rapi
6) Timbulkan rasa percaya diri, anggap Andalah yang paling menguasai materi pembicaraan dibandingkan dengan pendengarnya.
7) Lakukan kontak mata untuk meningkatkan komunikasi
8) Konsentrasi pada materi pembicaraan.
9) Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami pendengarnya (disesuaikan dengan kemampuan pendengarnya)
10) Berbicara jangan terlalu cepat atau terlalu lambat.
11) Memberi tekanan nada suara (intonasi) pada bagian-bagian yang penting agar tidak monoton.
12) Gunakan variasi gerakan badan, dan mimik wajah
13) Gunakan multi media bervariasi pada presentasi
14) Adakan pertanyaan untuk umpan balik.
15) Gunakan homor seperlunya yang relevan dan sopan agar suasana menjadi tidak membosankan.
Albert Meharabian memberikan rumus komunikasi sebagai berikut. Pengaruh pesan keseluruhan = kata-kata (7%) + nada suara (38%) + mimik wajah (55%).
Sebagai pembicara yang baik menurut Verma (1996) harus memenuhi tiga langkah:
(1) pendahuluan (katakan apa yang akan dikatakan),
(2) menerangkan (jelaskan sesuatu), dan
(3) ringkasan (sampaikan inti yang telah Anda katakan tadi).

3. Cara menjadi penulis surat yang baik
1) Kuasai substansi yang akan ditulis
2) Kuasai dan terapkan pedoman format surat dinas yang berlaku.
3) Kuasai bahasa.

4. Cara menjadi pembaca yang baik
Gunakan PQRST atau SQ3R. Prereview (melihat keseluruhan bahan acaan biasanya melalui daftar isi), Questions (bertanya dalam hati, “Mana yang perlu dibaca atau mana yang dibutuhkan”.? . Read (Baca), Self-evaluation (adakan penilaian sendiri, bacaan mana yang cocok untuk diterapkan sesuai dengan sosial budaya kita), Test (uji penerapan bacaan itu berdasarkan data lapangan). Atau dapat pula menggunakan prinsip SQ3R yaitu Survey = prereview di atas, Question, Read, Review. Setiap leader atau manajer suka atau tidak suka selalu terlibat dalam rapat (meeting). Dalam rapat terjadi komunikasi. Agar komunikasi rapat efektif, Verma (1996) memberikan sarannya seperti singkatan GREAT berikut ini.
Goals (tujuan rapat harus memenuhi kriteria smart (specific, measurable, achievement, Results-oriented, and timely).
Roles and Rules; Peran dan aturan main dipatuhi.
Expectation (harapan haarus didefinisikan dengan jelas)
Agendas (agenda harus dibagikan)
Timely (waKepala Sekolah adalah uang menjadi sensitif bagi anggota untuk
mematuhi jadwal hadir. Tentukan jam berapa mulai dan berakhirnya rapat).

2. Ringkasan
Komunikasi merupakan kegiatan yang sangat penting dalam berorganisasi. Komunikasi ialah proses penyampaian atau penerimaan pesan dari satu orang kepada orang lain baik langsung maupun tidak langsung, baik tertulis, lisan maupun bahasa isyarat. Jalur komunikasi dapat bersifat formal dan nonformal, tertulis dan lisan, perorangan dan kelompok. Ada tujuh bentuk komunikasi. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penghambat atau penghalang dalam proses berkomunikasi. Untuk menjadi komunikator dan komunikan yang baik, atasilah hambatan-hambatan komunikasi tersebut.
Di samping itu jadilah: (1) pendengar yang baik, (2) pembicara yang efektif, (3)pembaca yang baik, (4) penulis yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

Verma, V.K. 1996. The Human Aspects of Project Management
Human Resource Skills for the Project Manager. Volume
Two. Upper Darby: Project Management Institute.

Senin, 31 Mei 2010

Rangkuman Matematika SMP Kelas 2 1. Faktorisasi Bentuk Aljabar 1.1 Operasi Hitung pada Bentuk Aljabar
a (b + c) = ab + ac
a (b – c) = ab – ac
x (x + a) = x2 + ax
(x + a)(x + b) = x2 + bx + ax + ab
(4a)2 = 16 a2

1.2 Faktorisasi Bentuk Aljabar
x2 + bx + c = (x + p)(x + q),
dengan syarat c = p x q dan b= p + q
Contoh: x2 + 2x – 48 = (x + 8)(x – 6)

8x2 + 22x +15 = 4x + 5)(2x + 3) 1.3 Menyederhanakan Pecahan Aljabar Jikapembilang danpeny ebut suatu pecahan memiliki factor yang sama, maka pecahan tersebut dapat disederhanakan. Contoh: x2 + x – 6 = (x + 3)(x – 2) = x - 2 2x2 + 6 2x (x + 3) 2x 2. Relasi dan Fungsi Relasi antara dua himpunan dapat dinyatakan dengan diagram panah, diagram cartesius, dan himpunan pasangan berurutan. A terletak di B Toba Jawa Singkarak Poso Sumatera Maninjau Sulawesi Towuti Diagram Panah Sedangkan Fungsi adalah relasi khusus yang memasangkan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B. A B a u A={a, b, c} disebut daerah asal (domain. b v B={u, v, w} disebut daerah kawan (kodomain) c w 2.1. Variabel Bebas dan Variabel Bergantung
Contoh:
y = f(x) = 2x -1
y = 2x – 1
Untuk x = -1, maka: y = 2(-1) – 1 = -3
Untuk x = 0, maka: y = 2(0) – 1 = -1
Untuk x = 1, maka: y = 2(1) – 1 = 1
Untuk x = 2, maka: y = 2(2) – 1 = 3
Untuk x = 3, maka: y = 2(3) – 1 = 5
Himpunan pasangan berurutan adalah: {(-1, -3)(0, -1)(1, 1)(2, 3)(3, 5)}

2.2. Menghitung Nilai Suatu Fungsi Contoh: Diketahui fungsi f:xà 3x – 1, Tentukan nilai fungsi untuk x = -3 dan x = 2. Jawab: f(-3) = 3(-3) – 1 = -9 – 1 = -10 f(2) = 3(2) – 1 = 5 Jadi Nilai fungsi untuk x = -3 adalah -10 dan untuk x = adalah 5 3. Persamaan Garis Lurus 3.1. Gradien atau Kemiringan Gradien garis AB = perubahan nilaiy = y2 – y1 perubahan nilaix x2 – x1
Contoh:
Tentukan gradien garis yang menghubungkan pasangan titik A(3,1) dan B(7,9)
Gradien garis AB = 1 – 9 = 2

3 -7 Gradien pada dua buah garis yang saling tegak lurus adalah -1. 3.2. Persamaan Garis Lurus
y – y1 = m(x – x1)
Contoh:
Tentukan persamaan garis yang melalui titik A(-2, 1) dan bergadien 3.
Jawab:
y – 1 = 3(x – (-2))
y – 1 = 3x + 6
y = 3x + 7

3.3. Hubungan Gradien dengan Persamaan Garis Lurus
Contoh:
Tentukan hubungan antara garis dengan persamaan 4y = 6x – 8 dengan
garis 2x + 3y = 6.
Jawab:
g1à y = 6x – 8

4 y =3/2x – 2………….m1 =3/2 g2à y = -2x + 6 3 y = -2/3x + 2…………. m2 = -2/3 m1 x m2 =3/2 x -2/3 = -1, maka garis 1 dan garis 2 berpotongan tegak lurus. 4. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Sistem persamaan linear dua variabel dapat diselesaikan dengan metode grafik, metode substitusi dan metode eliminasi. Contoh penerapan sistem persamaan linear dengan dua variabel: Harga 2 baju dan 3 kaos adalah Rp 170.000, sedangkan harga 3 baju dan 1 kaos jenis yang sama adalah Rp 150.000. Tentukan harga sebuah baju dan harga sebuah kaos.
Jawab:
Harga 2 baju dan 3 kaos: 2x + 3y = 170.000
Harga 3 baju dan 1 kaos: 3x + 1y = 150.000
2x + 3y = 170.000 (x 1) 2x + 3y = 170.000
3x + 1y = 150.000 (x 3) 9x + 3y = 450.000 –

-7y =-280.000 y = 40.000
3x + 40.000 = 150.000
3x = 110.000
x = 36.666
Jadi harga sebuah baju = Rp 36.666 dan kaos = Rp 40.000.

5. Teorema Pythagoras Teorema Pythagoras menyatakan bahwa dalam segitiga ABC, jika >A siku-siku, maka a2 = b2 +c2. Dalam segitiga ABC berlaku hubungan panjang sisi terhadap jenis segitiga, yaitu: Jika a2 < b2 + c2, maka ABC adalah segitiga lancip di A Jika a2 > b2 + c2, maka ABC adalah segitiga tumpul di A. Contoh: Sebuah tangga yang panjangnya 5 m bersandar pada batang tiang listrik. Jarak ujung bawah tangga terhadap pangkal tiang listrik 3 m. Berapa tinggi ujung atas tangga dari permukaan tanah?
C BC2 = AC2 – AB2 5 = 52 - 32 = 16 A B BC =4m 6. Garis Pada Segitiga Rumus:
Luas segitiga = ½ x a x t
Keliling segitiga = a + b + c

7. Lingkaran Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik pada suatu bidang yang berjarak sama terhadap pusat lingkaran.
Rumus:
Luas Lingkaran =22/7 x r x r
Keliling = 2 x22/7 x r
Contoh:
Diketahui sebuah luas lingkaran adalah 616 cm2. Hitung kelilingnya!
Jawab:
Luas Lingkaran =22/7 x r x r
616 =22/7 x r2
22 r2 = 616 x 7
22 r2 = 4312
r2 = 196
r = 14 cm
Keliling = 2 x22/7 x r = 2 x22/7 x 14 = 88cm.

8. Garis Singgung Lingkaran Garis singgung adalah sebuah garis yang ditarik pada sebuah titik yang ada pada keliling lingkaran. Garis singgung ini tidak memotong lingkaran. Garis singgung ini harus tegak lurus dengan jari-jari lingkaran. Dengan menggunakan Rumus Pythagoras, maka dapat dihitung jarak dari pusat lingkaran ke titik lain yang ada pada garis singgung tersebut. Contoh: Sebuah garis singgung sepanjang 20 cm menyinggung sebuah lingkaran yang jari- jarinya 14 cm. Hitung jarak pusat lingkaran dengan ujung garis yang lain. Jawab: G OH2 = OG2 + GH2 14 20 = 142 + 202 O = 196 + 400 H OH =√596 OH = 24,4 cm 3 9. Bangun Ruang Sisi Datar Jenis Bangun Datar Rumus 1. Segitiga
2. Bujursangkar
3. Persegi panjang
4. Trapesium

5. Belah ketupat & Layang-layang 6. Jajaran genjang Luas = ½ x alas x tinggi Keliling = sisi a + sisi b + sisi c Luas = sisi x sisi Keliling = 4 x sisi Luas = panjang x lebar Keliling = 2 x (panjang + lebar)
Luas = ½ x (a + b) x t
Luas = ½ x diagonal 1x diagonal 2
Luas = alas x tinggi

Jenis Bangun Ruang Rumus 7. Balok
8. Kubus
9. Limas

10. Prisma 11. Kerucut 12. Bola 13. Tabung Volume = panjang x lebar x tinggi
Volume = sisi x sisi x sisi
Volume =1/3 x luas alas x tinggi
Volume = luas alas x tinggi
Volume =1/3 x luas alas x tinggi

Volume =4/3 x∏ x r3 Volume = 2 x luas alas x selimut tabung = 2 x (∏.r2) x (2.∏.r x t)

Selasa, 25 Mei 2010

Hasil Raker Komisi II DPR RI dengan MenPAN dan RB
Menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat Umum antara Komisi II DPR RI dengan perwakilan tenaga honorer Non APBN/APBD tanggal 9 Nopember 2009 maka pada hari Rabu 18 Nopember 2009 Komisi II DPR memanggil MenPAN & RB untuk membahas masalah reformasi birokrasi dan permasalahan tenaga honorer. Sebelumnya MenPAN telah mengirimkan Draf awal RPP tentang Seleksi Tenaga Honorer untuk Dapat Diangkat Menjadi CPNS dengan surat NO. B-1747/M.PAN/5/2009 tanggal 4 Mei 2009 kepada Komisi II untuk diberikan koreksi dan masukan penyempurnaan. Sebagai langkah tindak lanjutnya Kementrian PAN telah melakukan koordinasi dengan Depdiknas, Depag, Depdagri, Depkes, BKN dan BPS dan sepakat bahwa sebelum dilakukan penetapan kebijakan yang dituangkan dalam RPP tersebut perlu dilakukan langkah-langkah dengan tahapan sebagai berikut :
1. Melakukan mapping permasalahan ( peta data jumlah dan jenis pekerjaan tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintah baik instansi pusat maupun daerah ). Termasuk proses verifikasi dan validasi data tersebut pada tahun 2010. ( MenPAN telah mengirim surat ke BPS nomor : B/2738/M.PAN/9/2009 tanggal 7 September 2009 perihal verifikasi / validasi data tenaga honorer di Depag dan Depdiknas ). Anggaran untuk pendataan, verifikasi dan validasi data tahun 2010 hanya ada di Depdiknas dan Depag, sementara di Depkes, Depdagri, BPS, BKN belum memiliki anggaran tahun 2010.
2. Apabila target tahun 2010 proses pendataan nasional sudah dilakukan baru dapat dirumuskan kebijakan untuk menyelesaikan tenaga honorer tersebut, apakah dapat diangkat dalam RPP Seleksi yang disempurnakan ( bersama Komisi II ), atau melalui pendekatan kesejahteraan ( honorariumnya ditingkatkan )

Setelah diketahui jumlah yang pasti, baru dapat dirumuskan apakah tenaganya memenuhi kebutuhan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dan berapa lama diselesaikan ( Guru harus berijasah minimal S1/DIV dan mengajar minimal 24 jam per minggu, Tenaga Administrasi/Lainnya minimal SMA ). Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS juga sangat tergantung pada kemampuan keuangan negara untuk formasi PNS nasional. ( Sumber : Bahan Rapat Kerja Kementrian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dengan Komisi II DPR RI tanggal 18 Nopember 2009 ).

Hal tersebut di atas sama dengan jawaban SesmenPAN bapak Tasdik Kinanto pada waktu menerima perwakilan Tenaga Honorer Non APBN/APBD di kantor MenPAN tanggal 13 Maret 2009 yang lalu yaitu Tenaga Honorer akan didata dulu baru kemudian diseleksi ( dites sesama honorer ). Maka pada Raker tanggal 18 Nopember 2009 kemarin mayoritas fraksi-fraksi di Komisi II menolak Draft RPP yang diajukan Pemerintah karena ada beberapa pasal yang masih mendiskriminasi tenaga honorer. Untuk itu Komisi II DPR RI bersama Kementrian PAN dan RB sepakat untuk membentuk tim kecil untuk menyempurnakan pasal-pasal dalam RPP yang diajukan oleh Kementrian PAN dan RB yang akan bekerja kurang lebih 6 bulan, inipun menunggu hasil verifikasi dan validasi data di Depdiknas dan Depag. Dalam hal ini, Komisi II DPR meminta Menpan dan Reformasi Birokrasi menyusun skala prioritas penuntasan tenaga honorer berdasarkan tiga kategori, yakni tenaga honorer teranulir; tenaga honorer guru/non guru; dan tenaga honorer yang penghasilan pokoknya berasal dari APBN/APBD dan non APBN/APBD yang bekerja di instansi pemerintah. Agaknya harapan Tenaga Honorer Non APBN/APBD untuk dapat diangkat menjadi CPNS masih lama bahkan tantangannya semakin berat karena Pemerintah meminta beberapa syarat-syarat tertentu yang syarat tersebut tidak ada pada PP 48 Tahun 25 jo PP 43 Tahun 2007.



KOMISI II DESAK PEMERINTAH SELESAIKAN TENAGA HONORER
Komisi II DPR RI mendesak Pemerintah untuk segera menyelesaikan pengangkatan tenaga honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Hal ini disampaikan saat menerima DPP Persatuan Honorer Sekolah Negeri se Indonesia, Senin (9/11) di gedung DPR.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II Ganjar Pranowo (F-PDIP) mengatakan bahwa Komisi II juga akan mendesak Pemerintah untuk segera mengeluarkan revisi PP Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS.
Ganjar menambahkan, jika Perwakilan guru honorer sudah mendapatkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tersebut, sebaiknya juga menyampaikan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, pasal-pasal mana yang perlu dilakukan perubahan.
Masalah guru honorer yang belum diangkat menjadi CPNS menjadi keprihatinan di Komisi II. Namun bukan hanya guru honorer tapi juga tenaga-tenaga honorer yang lain.
Sebetulnya, kata Ganjar, Komisi II cukup concern memperjuangkan tenaga honorer. Hal ini dapat dilihat dari hasil rapat Komisi II periode lalu pada tanggal 20 Mei 2009, yang kesimpulannya diantaranya mengatakan bahwa perlu dipertimbangkan solusi untuk mengakomodir tenaga honorer yang berusia di atas 46 tahun.
Kesimpulan yang lain mengatakan, untuk menjamin objektivitas perlu dipertimbangkan pelaksanaan seleksi tertulis yang dilakukan oleh lembaga independent. Pertimbangan independent ini, berdasarkan pertimbangan jangan sampai terjadi karut marut yang terjadi di tubuh birokrasi.
Selain itu, perlu dipertimbangkan pemberian atau kompensasi bagi tenaga honorer yang belum lulus seleksi administrasi, namun mempunyai masa kerja puluhan tahun.
Untuk menjamin kepastian pengangkatan jumlah tenaga honorer, maka dalam draft RPP harus menegaskan bahwa tenaga honorer yang akan diselesaikan adalah yang tidak tertampung dalam PP 48 Tahun 2005 junto PP 43 Tahun 2007.
“Sikap DPR sangat jelas, tidak mencampuradukkan dengan formasi baru atau pendaftaran tenaga honorer baru,” kata Ganjar.
Ganjar menambahkan, Komisi II tanggal 18 November ini akan mengadakan rapat kerja dengan Menpan yang salah satu agendanya seratus hari Kementerian PAN termasuk didalamnya penuntasan pengangkatan tenaga honorer.
Mudah-mudahan permasalah tenaga honorer ini akan mendapatkan jawaban dan dapat dituntaskan pada rapat yang akan datang. Karena, kata Ganjar, sebetulnya permasalahan tenaga honorer ini harus sudah diselesaikan pada Okteober 2009.
Pada kesempatan tersebut, Didi Afriadi, guru honorer dari Jakarta meminta Komisi II agar segera mendesak Pemerintah untuk mengesahkann PP tentang Pengangkatan Tenaga Honorer tersebut.
Dia juga meminta agar Pemerintah meninjau kembali bunyi PP Pasal 2, 4, 6, 7 dan 8. Karena menurut Didi bunyi RPP tersebut belum mengakomodir kepentingan tenaga honorer yang akan diangkat menjadi CPNS.

( Sumber : http://www.dpr.go.id/id/berita/komisi2/2009/nov/10/903/ )


Nasib Tenaga Honorer Non APBN/APBD
Perjuangan Tenaga Honorer Non APBN/APBD semakin berat. Draft RPP yang ditunggu-tunggu pun belum juga keluar. Padahal ribuan Tenaga Honorer Non APBN/APBN di seluruh Indonesia berharap Pemerintah memperhatikan nasib dan pengabdian mereka selama puluhan tahun. Mereka sudah menunggu selama 5 tahun ada revisi PP 48/2005 jo PP 43/2007, namun draft RPP yang sedang dibahas DPR bersama Pemerintah pun belum menemui titik temu ( kesepahaman ). Hal ini dikarenakan pemerintah memberikan syarat-syarat khusus untuk tenaga honorer yang ingin diangkat menjadi CPNS sedangkan DPR menginginkan Tenaga Honorer Non APBN/APBD diangkat sama seperti dalam PP 48/2005. Seperti kesimpulan hasil pertemuan perwakilan tenaga honorer dengan SesmenPAN Bpk. Tasdik Kinanto pada 13 Maret 2009 yang lalu dan hasil rapat dengar pendapat antara Komisi II DPR dengan MenPAN dan BKN tanggal 27 April 2009 & 20 Mei 2009, pemerintah memberikan syarat-syarat untuk Tenaga Honorer yang ingin diangkat menjadi CPNS. Syarat tersebut antara lain :

1.Harus lulus seleksi administrasi (tahun 2009) dan lulus ujian tertulis (tahun 2010);
2.Ijasah minimal SMA, khusus Guru Honorer minimal S1/D4 dan mengajar 24 jam;
3.Ujian tertulis hanya dilakukan satu kali dan untuk mengisi formasi tahun 2010 (formasi yang ada diperebutkan sesama honorer).
Jika pemerintah tetap memberlakukan syarat-syarat tesebut maka banyak Tenaga Honorer Non APBN/APBD yang tidak bisa terangkat menjadi CPNS dan berarti pengabdian mereka selama puluhan tahun menjadi sia-sia. Untuk itu marilah kita merapatkan barisan agar wakil-wakil rakyat di DPR berhasil memperjuangkan nasib Tenaga Honorer Non APBN/APBD dan Pemerintah terbuka mata hatinya agar memperhatikan cucuran keringat kita untuk negara Indonesia tercinta ini.

Jumat, 14 Mei 2010

MANFAAT BERCERITA

Selusin Manfaat Bercerita
ditulis pada 21 Oct 2009, 7:45 pm oleh Desri Susilawani

Dongeng merupakan sarana pendidikan yang paling mudah dan mengasyikan. Pada dasarnya anak-anak sangat menyukai cerita. Hal ini akan menjadi modal dasar yang sangat berarti. Dengan memilih cerita yang tepat dan bercerita dengan cara yang merebut hati anak, kita dapat menyelipkan berbagai informasi yang berguna untuk mendidik mereka.

Ada selusin manfaat membacakan cerita atau mendongeng untuk anak :

1.Menjadi fondasi dasar kemampuan berbahasa
2.Meningkatkan kemampuan komunikasi verbal
3.Meningkat kemampuan mendengar
4.Mengasah logika berpikir dan rasa ingin tahu
5.Menanamkan minat baca dan menjadi pintu gerbang menuju ilmu pengetahuan
6.Menambah wawasan
7.Mengembangkan imajinasi dan jiwa petualang
8.Mempererat ikatan batin orang tua dan anak
9.Meningkatkan kecerdasan emosional
10.Alat untuk menanamkan nilai moral, etika, dan membangun kepribadian
11.Menyelami berbagai budaya yang berbeda
12.Relaksasi jiwa
( Diambil dari materi workshop Read A Story di Erlangga Bandung)

Saya mengikuti workshop tentang bercerita itu di Erlangga Bandung sekitar bulan April 2009. Melihat begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh melalui cerita, saya jadi ingin tahu, apakah membaca cerita atau mendongeng masih menjadi kebiasaan orang tua sekarang?

Saya pun melakukan wawancara kecil-kecilan terhadap beberapa ibu yang sedang menunggui anaknya di TK. Hasinya, dari 10 orang tua ternyata 8 orang diantaranya mengaku sangat jarang (kalau tidak mau dikatakan tidak pernah) membacakan cerita untuk anaknya. Sedangkan yang 2 orang mengaku sering membacakan cerita, walaupun tidak setiap hari.

Alasan yang paling banyak dipakai adalah karena kesibukan. Memang jika dilihat dari pekerjaan para orang tua tersebut, mereka adalah pedagang di pasar tradisional yang dekat dengan TK anaknya. Jadi urusan bercerita sudah diserahkan kepada televisi, apa pun program yang disukai oleh anak mereka.

Jadi teringat kepada almarhum ayah saya, beliau adalah pendongeng yang baik. Setiap ba’da maghrib ayah saya selalu bercerita. Saya bungsu dari empat bersaudara, maka saya mendapat tempat yang paling nyaman yaitu duduk di pangkuannya. Cerita favorit saya adalah tentang kekonyolan Abu Nawas. Saat-saat itu menjadi kenangan masa kecil yang tak terlupakan.

Kembali kepada diri saya sendiri, kedua buah hati saya masih berumur 3 dan 1 tahun. Untuk mereka saya berusaha membacakan cerita paling sedikit satu buku cerita anak yang tipis dan penuh gambar berwarna. Menyenangkan sekali melihat antusias mereka. Bahkan anak 1 tahun pun mendengar ketika dibacakan cerita!

Memang rasa jenuh sering muncul, terutama ketika si sulung selalu minta dibacakan buku yang itu-itu saja ( favoritnya saat ini adalah cerita tentang lomba balap sepeda ). Jadi saya harus menyediakan lebih banyak alternatif buku cerita, baik beli maupun pinjam.

Artikel ini tidak bermaksud untuk menggurui siapa pun,

sehingga janganlah tersinggung (terutama kepada para orang tua yang saya wawancarai).

Saya masih harus banyak belajar, agar bisa memberikan yang terbaik untuk kedua buah hati saya.

Karena itu…berbagilah dengan saya.